HAKIKAT TEKNOLOGI INFORMASI dan KOMUNIKASI serta MANFAATNYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
1. Hakikat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Secara sederhana teknologi informasi dapat dikatakan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Isi dari ilmu tersebut dapat berupa teknik-teknik dan prosedur untuk menyimpan informasi secara efisien dan efektif. Informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah di olah. Informasi tersebut dapat disimpan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, gambar mati ataupun gambar hidup, Sehingga informasi akhirnya dapat berupa ilmu dan pengetahuan itu sendiri.
Bila informasi tersebut volumenya kecil, tentunya tidak perlu teknik-teknik atau prosedur yang rumit untuk menyimpannya. Namun bila informasi tersebut dalam volume yang besar, diperlukan teknik dan prosedur tertentu untuk menyimpannya agar mudah mencari informasi yang tersimpan. Komputer mempunyai kapasitas untuk menyimpan informasi dalam volume besar. Pada mulanya komputer hanya mampu menyimpan teks dan grafik sederhana saja. Namun dewasa ini komputer telah mampu menyimpan informasi dalam berbagai bentuk, misalnya dalam bentuk audio, visual, dan audio visual.
Teknologi Informasi (Information Technology) yang mulai populer di akhir tahun 70-an, dihantarkan untuk menjawab tantangan. pada masa sebelumnya, istilah tekonolgi komputer atau pengolahan data electronis atau EDP (Electronic Data Processing). Menurut kamus Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata, bilangan, dan gambar. Menurut Alter (1992), teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
Lebih lanjut, menurut Martin (1999) teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup juga teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Secara lebih umum Lucas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis, seperti mikrokomputer, komputer mainframe, pembaca barcode, software pemproses transaksi perangkat lunak untuk lembar kerja, peralatan komunikasi dan jaringan.
Everett M Rogers dalam bukunya Communication Technology (1986), mengemukakan bahwa “Teknologi informasi merupakan perangkat keras bersifat organisatoris dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain.”
Pendapat tersebut mengisyaratkan bagaimana teknologi informasi dapat memberikan andil dalam proses komunikasi individu secara efektif khususnya dalam menembus ruang dan waktu ketika berkomunikasi dengan individu lainnya. Kecenderungannya dalam upaya memperoleh efektivitas komunikasi jarak jauh ini tidak terlepas dari komponen komunikasi jarak jauh, sepertiinstrumental tools, atau dalam konteks teknologi informasi, maka teknologi yang digunakan diantaranya komputer dan piranti pendukung lainnya.
Telaah terhadap piranti teknologi informasi ini dijelaskan oleh Haag dan Keen (1996) dalam Abdul Kadir dan Terra Ch Triwahyuni (2003:2) bahwa “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.” Demikian juga dengan apa yang disampaikan oleh William dan Sawyer (2003) yang dikutif Abdul Kadir dan Terra Ch Triwahyuni (2003:2) dalam bukunya pengenalan teknologi informasi mengemukakan bahwa “Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.” Dari definisi di atas tergambar bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain yang di sebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.
Dengan adanya perubahan dalam industri telekomunikasi yang bersamaan dengan terjadinya perubahan dalam teknologi komunikasi. Sebelumnya telekomunikasi berarti pengiriman suara melalui saluran telepon. Saat ini, banyak pengiriman dilakukan secara digital (digital data transmition) yang menggunakan komputer untuk mentrasmisikan data dari satu lokasi dengan lokasi lainnya. Sistem informasi yang on-line dan sistem informasi yang diakses dari jauh (remote access) sangatlah tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan dari teknologi telekomunikasi.
Untuk lebih jelasnya, berkenaan dengan teknologi telekomunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Termasuk pada kategori teknologi ini, di antaranya adalah telepon, radio, televisi, surat elektronik (elektronik mail), surat suara (voice mail), mesin fax (facsimile machines),
Menurut Siagian (2002: 16) salah satu perkembangan pesat pada era informasi dewasa ini, adalah telah terjadinya ”perkawinan” antara teknologi komunikasi dan teknologi informasi. Akibatnya makin banyak saluran penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain, misalnya dari sumber informasi kepada penggunanya. Itulah yang dimaksud dengan saluran informasi multimedia, baik secara internal maupun eksternal. Saluran tersebut dapat berupa (a) saluran melalui komunikasi lisan, (b) saluran dengan menggunakan tulisan, (c) komputer pada satuan-satuan kerja dalam organisasi yang on-line dengan komputer utama (mainfrance), (d) saluran telepon, (e) teleks, (f) faksimile, dan (g) electronic mail.
2. Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, sejak lama telah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Seperti penemuan kertas, mesin cetak, radio, video taperecorder, film, televisi, overhead projector, dan komputer telah dimanfaatkan dalam proses pendidikan. Pada hakikatnya alat-alat tersebut tidak dibuat khusus untuk keperluan pendidikan, akan tetapi alat-alat tersebut ternyata dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan, bahkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisien pelaksanaan proses pendidikan. Selain alat-alat tersebut, yang pada umumnya tidak dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan, tetapi terdapat pula alat-alat yang secara khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan. Baik alat-alat yang tidak dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan tetapi dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan, juga alat-alat yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan dikategorikan sebagai teknologi pendidikan.
Apakah yang termasuk teknologi pendidikan hanya berkaitan dengan alat-alat teknis modern sebagaimana dikemukakan di atas. Alat-alat tersebut dalam teknologi pendidikan lebih dikenal sebagai perangkat keras atau ”hardware”. Alat-alat tersebut besar manfaatnya dalam dunia pendidikan, tetapi bukan merupakan inti atau hakikat teknologi pendidikan. Alat-alat tersebut tidak mengandung arti pendidikan, akan tetapi baru bermanfaat apabila dikaitkan dengan suatu program pendidikan. Program pendidikan ini lazimnya disebut ”software”. Menurut Nasution (1995) yang menjadi inti dari teknologi pendidikan adalah programnya ”software” yang harus disusun menurut prinsip-prinsip tertentu. Dengan demikian, teknologi pendidikan dapat diselenggarakan tanpa alat-alat teknologi modern seperti dikemukakan di atas.
Di lain pihak menurut Nasution (1995) ada pendapat yang mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar. Dalam hal ini yang diutamakan adalah proses belajarnya itu sendiri di samping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu. Oleh karena itu, teknologi pendidikan berkenaan baik dengan software maupun hardware. Peran software antara lain adalah menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilannya.
Sejalan dengan uraian di atas, Syaodih (1996) mengemukakan bahwa teknologi dalam bidang pendidikan meliputi dua bentuk, yakni dalam bentuk perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware). Adapun dalam penerapannya, penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology), sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology).
Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat, lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang evektivitas dan efisiensi pendidikan. Contoh model pengajaran yang menggunakan teknologi alat, di antaranya pengajaran dengan bantuan film dan video, pengajaran dengan berprograma, mesin pengajaran, pengakaran modul, dan pengajaran dengan bantuan komputer.
Teknologi pendidikan dalam arti teknologi sistem, lebih menekankan kepada penyusunan program pembelajaran atau perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Program pengajaran ini dapat dilakukan melalui (1) program sistem, (2) program sistem yang ditunjang dengan alat dan media, dan (3) program sistem yang dipadukan dengan alat-alat dan media pengajaran.
Pada bentuk yang pertama, pengajaran tidak membutuhkan alat dan media yang canggih, tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secara sistem. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. Pada bentuk kedua, pengajaran disusun secara sistem dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Penggunaan alat dan media terintegrasi dengan program pembelajaran yang bersifat ”on-of”, yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik, tetapi apabila tidak menggunakan alat dan media pun pembelajaran akan tetap berjalan. Pada bentuk ketiga, program pembelajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio, video atau film, atau diprogramkan dalam komputer. Pembelajaran tidak dapat dilaksanakan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut.
3. Dasar Pemikiran Teknologi Pendidikan
Tujuan pendidikan adalah mengubah peserta didik, yaitu caranya berpikir, merasa, berbuat, jadi mengubah kelakukannya. Kurikulum disusun untuk mendorong peserta didik berkembangan ke arah tujuan itu. Sudah selayaknya pendidik maupun peserta didik mengetahui apa yang harus dicapai. Atau tegasnya harus diketahui dengan jelas apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik sebagai hasil pembelajaran yang tidak dapat dilakukannya sebelum ia mempelajarinya.
Adanya tujuan yang jelas sekaligus memberikan ukuran tentang keberhasilan pembelajaran. Apabila tujuan itu tidak dapat tercapai, maka ada kekurangan dalam proses belajar mengajar itu. Secara empiris dapat dicari melalui percobaan, cara manakah yang paling serasi untuk mencapai hasil yang ditentukan. Dengan pendekatan teknologi pendidikan kita dapat menggunakan metode ilmiah untuk menguji-cobakan hipotesis-hipotesis tentang cara yang paling efektif guna mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Usaha ini pada hakikatnya tidak berbeda dengan metode pemecahan masalah (method of problem solving) yang dilakukan dalam bidang ilmu lainnya.
Dalam garis besarnya, langkah-langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah sebagai berikut.
a. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai yang dapat dipandang sebagai masalah.
b. Menyajikan pelajaran menurut cara yang dianggap serasi yang kita pandang sebagai ”hipotesis” yang perlu diuji.
c. Menilai hasil pembelajaran untuk menguji hipotesis tersebut.
d. Mencari perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standar yang ditentukan dan melangsungkan percobaan dengan cara lain sampai tercapai yang diharapkan.

